Cari Blog Ini

Sabtu, 19 Januari 2013

KTM Freeride 350 vs KTM 350 XCWF, Mana yang Lebih Enak?




Kehadiran KTM Freeride menimbulkan rasa penasaran kalangan penggemar dirt bike di tanah air. Tim IDB dan CHEELA berulang kali mendapat request untuk me-review KTM Freeride. Beruntung akhirnya IDB berkesempatan melakukan uji coba KTM Freeride, meskipun tidak terlalu lama. Agar lebih enak menilainya, kami coba bandingkan antara KTM Freeride dengan KTM 350 XCFW tahun 2012. Tipe XCFW ini adalah relatif sama dengan tip EXCF yang banyak beredar di Indonesia.

Dimensi

KTM 350 XCFW itu tinggi jok-nya sudah cukup rendah, enak dipakai untuk orang yang tingginya antara 165 hingga 170 cm. Nah KTM Freeride ini terasa lebih rendah dibanding KTM 350 XCFW, tinggi joknya hanya sekitar 89 cm. KTM Freeride sangat nyaman untuk orang Indonesia yang rata-rata tinggi badannya tidak sampai 170 cm.
Soal berat motor, KTM Freeride juga lebih ringan dibandingkan KTM 350 XCFW. Bobot Freeride sekitar 99,5 kg, sementara bobot KTM 350 XCFW itu sekitar 107 kg, jadi selisih sekitar 8 kg. Dari sudut dimensi, jelas KTM Freeride sangat cocok untuk kebanyakan orang Indonesia.

Suspensi

Dalam uji coba yang lumayan panjang untuk KTM 350 XCFW, kami sangat puas dengan performa suspensinya. Suspensi mampu meredam dengan baik untuk jalur hutan, single track ataupun bebatuan. Suspensi KTM 350 XCFW benar-benar istimewa. Sementara KTM Freeride itu suspensi depan (fork) ukurannya lebih kecil dibanding KTM 350 XCFW, diameternya hanya 43 mm, sedangkan KTM 350 XCFW itu 48 mm.

Meskipun ukuran fork KTM Freeride itu lebih kecil, namun performanya mantap sekali, apalagi untuk jalur single track. Dengan suspensi lebih kecil terasa lebih lincah dan ringan. Namun untuk kestabilan ketika dipakai speed offroad, kami masih lebih suka suspensi KTM 350 XCFW. Tetapi untuk jalur yang susah dan single track, suspensi KTM Freeride sangatlah mantap.

Power dan Handling

KTM 350 XCFW dalam promonya disebutkan punya power mesin ala 450cc, namun dengan handling ala motor 250cc. Sebetulnya secara power mesin, KTM 350 tidaklah sama persis dengan KTM 450, masih ganas 450. Namun soal handling, KTM 350 adalah the best! Motornya ringan, smooth dan mudah untuk manufer. KTM 350 XCFW juga motor yang sangat enak ketika dipakai di jalur yang super licin. Power mesin yang smooth membuat KTM 350 XCFW dengan santai melibas jalur yang licin, tanpa ada gejala sliding!

Sementara KTM Freeride meskipun sama-sama mengusung mesin 350cc, namun powernya masih jauh dibawah KTM 350 XCFW. Tenaga kuda (horse power) KTM Freeride hanya 24 hp, sementara KTM 350 XCFW itu mencapai 45 hp. Jelas kalau untuk daerah terbuka dan speed offroad, KTM Freeride akan jauh tertinggal oleh KTM 350 XCFW.

Namun jika dipakai untuk jalur single track dan di tengah hutan yang penuh dengan tantangan, KTM Freeride akan memimpin di depan! KTM Freeride memang dirancang untuk jalur yang susah. Anda akan dibuat tersenyum lebar memakai KTM Freeride di jalur sempit dan penuh rintangan.

Anehnya meskipun tenaga kudanya lebih rendah dibanding KTM 350 XCFW, kami merasa KTM Freeride lebih responsif dibanding KTM 350 XCFW. Dengan karakter mesin seperti ini, KTM Freeride memang sangat nyaman untuk offroad dengan karakter “stop and go”.
Handling KTM Freeride dan KTM 350 XCFW sama-sama enak. Hanya saja KTM Freeride terasa jauh lebih ringan dibandingkan dengan KTM 350 XCFW.

Pilih mana, Freerride atau 350 EXCF/XCFW?

Untuk pemula, KTM Freeride sangat cocok. Motornya ringan, tenaga tidak terlalu besar, handling nyaman dan tidak membuat cepat lelah. Jika jalur offroad anda lebih banyak single track dan penuh tantangan, Freeride adalah pilihan yang cerdas. Namun jika jalur offroad anda lebih bervariasi dan juga banyak daerah terbuka, KTM 350 XCFW/EXCF adalah pilihan yang pas. KTM 350 XCFW juga lebih nyaman dipakai untuk offroad yang jarak jauh.

Kedua motor ini sama-sama istimewa, tergantung anda yang memilihnya. Jika anda ingin motor yang “santai” dan tidak menguras banyak energi, KTM Freeride adalah pilihan yang tepat. Jika anda pengendara yang lebih agresif dan suka speed offroad, KTM 350 XCFW pilihan yang mantap.

Kalau harga jadi pertimbangan, KTM Freeride itu lebih murah dibandingkan KTM 350 XCFW. Di tanah air, KTM Freeride dilego dengan harga sekitar Rp 105 juta, sedangkan KTM 350 XCFW sekitar Rp 120 juta.

GAS GAS Akhirnya Buka Dealer di Indonesia



Semakin banyak saja pabrikan motor trail kelas dunia buka deler di Indonesia. Setelah Husqvarna dan KTM, kini giliran Gas Gas asal Spanyol masuk tanah air. Hal ini sangat menggembirakan, karena konsumen lebih punya banyak pilihan untuk membeli motor trail yang berkualitas. Harganya juga akan jadi bersaing, tidak lagi mematok harga setinggi langit seperti sebelumnya. Ujung-ujungnya konsumen yang senang, produsun juga tersenyum lebar karena dagangannya laris manis.

Gas Gas bukan merk baru, tapi pabrikan ini sudah jualan motor sejak tahun 1985. Tipe paling terkenal dari pabrikan asal Spanyol ini adalah tipe trial. Padahal Gas Gas juga memproduksi motor tipe enduro seperti tipe EC 250F atau EC 300 (2 tak). Gas Gas juga aktif ikut berbagai kejuaraan enduro dunia. Salah satu pembalapnya yang terkenal adalah Ivan Cervantes.

Selamat atas masuknya Gas Gas di indonesia! Yang lebih terpenting adalah kepuasan konsumen harus diutamakan, jangan sampai beli motor tapi kemudian kesulitan mendapatkan spare part-nya! Seorang teman mengeluh karena pernah beli motor trail Eropa di deler resmi, namun ketika mencari spare part fast moving, malah tidak ada. Parahnya deler tidak menanggapi dengan baik keluhan teman ini, terkesan dicuekin.

Semoga nantinya Gas Gas Indonesia juga menyediakan spare part, layanan servis dan juga layanan purna jual. Kalau layanan ini bisa diberikan, kami yakin Gas Gas akan diterima dan berkembang di Indonesia! Ingat, peribahasa lama: konsumen adalah raja! Selamat untuk Gas Gas!

Info lebih lanjut silahkan lihat website Gas Gas Indonesia: http://www.gasgasindonesia.com/

HUSABERG 2013, Ganti Mesin dan Luncurkan Versi 250 dan 350



Pabrikan Husaberg sudah mempublikasikan motor trail versi 2013, yang mengejutkan adalah mesin motor 4 tak sudah berganti total. Jika sebelumnya motor 4 tak Husaberg itu mengusung mesin 70 derajat, kini mesinnya mirip dengan KTM. Ini tidak mengherankan karena kini Husaberg juga dimilik oleh KTM yang bermarkas di Austria. Alasan efesien, membuat motor husaberg 4 tak tidak lagi memakai mesin lama, tetapi mesin yang mirip KTM.

Untuk versi 2013 juga ada 3 model baru di barisan motor 4 tak, yaitu FE 250, FE 350 dan FE 501. Untuk FE 250 itu setara dengan KTM 250 XCFW, bahkan disebut-sebut mesinnya identik. Sedangkan untuk FE 350 itu juga sama dengan KTM 350 XCFW. Munculnya tipe FE 250 dan FE 350 ini mengembirakan, karena konsumen lebih punya banyak pilihan dan membuat persaingan semakin ketat.

Husaberg masih mempertahankan motor 2 tak, dengan diluncurkannya tipe TE 250 dan TE 300. Kedua motor ini dilengkapi dengan electric starter. Kalau dibandingkan dengan pasukan orange, kedua motor ini identik dengan tipe KTM 250 XCW dan KTM 300 XCW. Husaberg TE 300 sudah terbukti motor yang mumpuni untuk dipakai di berbagai kejuaraan enduro ekstrim, dan Graham Jarvis telah membuktikannya! (sumber: Dirtbike Magazine).

KTM Center Indonesia Diluncurkan



KTM, pabrikan motor asal Austria yang bercirikan khas warna orange itu akhirnya resmi menunjuk PT Moto KTM Indonesia (MKTMI) sebagai agen pemegang merek (APM) di Tanah Air. Ini sangat menggembirakan bagi penggemar motor, khususnya motor trail karena KTM dikenal sebagai motor trail papan atas yang sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Adanya APM KTM ini juga membuat persaingan bisnis motor trail kelas premium di tanah air akan semakin sengit, karena sebelumnya Husqvarna juga sudah duluan membuka delaer di Indonesia. Paling tidak, konsumen akan lebih banyak pilihan dengan harga yang kompetitif.

Seriusnya KTM menggarap pasar Indonesia ini ditunjukan dengan dibukanya KTM Center Indonesia pada tanggal 28 Juli 2012 di Tanggerang. Meskipun jualan KTM Center Indonesia akan difokuskan ke tipe sport Duke 200, namun mereka juga akan memasukan motor tipe enduro dan motocross. Maklum justru nama KTM itu lebih moncer namanya sebagai produsen motor trail enduro kelas atas.

KTM Center Indonesia
Taman Tekno BSD Blok L1 No. 12
Tangerang Selatan
Telepon: 021-75876451


Berikut di bawah berita di tentang KTM Center Indonesia yang dimuat di Kompas Otomotif:

KTM Tunjuk APM di Indonesia

Tangerang, Kompas Otomotif - Prinsipal sepeda motor KTM di Austria secara resmi menunjuk PT Moto KTM Indonesia (MKTMI) sebagai agen pemegang merek (APM) di Tanah Air. "Saya sengaja tidak mau berkoar-koar sebelum memegang lisensi resmi dari sana (Austria) kendati banyak pihak mengaku dan mendaulat dirinya sebagai APM," ujar John Winata, Direktur Pemasaran PT MKTMI, saat acara ramah tamah dengan media dan komunitas di KTM Center BSD, Tangerang Selatan, kemarin (28/7).

Soft launching KTM Center pertama di Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, ini merupakan salah satu realisasi dari berdirinya MKTMI. "Hingga akhir tahun ini kami akan menambah 5 gerai dengan konsep serupa di Jabodetabek," tutur John. Konsepnya, selain menyediakan layanan 3S (Sales, Service dan Spare Part), pihaknya melengkapinya dengan kafe khusus komunitas dan juga komponen aksesoris. Pemilik KTM yang dibeli dari IU (importir umum) juga dilayani.

Duke 200
Kendati masih bersifat pre-launching, pihaknya sudah mulai menjual semua jajaran produk KTM seperti Duke 200 menjadi model favorit yang dibanderol Rp 57,5 juta on the road Jakarta. "Untuk Duke kita sudah siap unitnya dan pelanggan tak perlu menunggu lama," ungkap John.

Duke 200 yang dijual merupakan CBU dari India. Untuk garansi, MKTMI memberikan jaminan selama setahun atau 12.000 km dan itu berlaku untuk semua produk. "Secara total kami menargetkan bisa menjual 1.000 - 2.000 unit pertahun, tentunya kontribusi terbesar datang dari Duke 200 yang memiliki harga lebih menarik dibanding penawaran IU (di atas Rp 60 juta)," tutupnya.

(sumber: http://otomotif.kompas.com/read/2012/07/29/3358/KTM.Tunjuk.APM.di.Indonesia)

Knalpot Trail yang Ramah Lingkungan



Menarik ketika menyimak iklan produsen knalpot ternama dari USA, FMF, di berbagai majalah dirt bike. Di iklan tersebut ditampilkan gambar burung hantu yang memakai penutup telinga dan ada tulisan huruf kapital berbunyi “WE HEAR IT TOO”. Artinya burung hantu (yang tinggal di hutan) itu juga mendengar suara knalpot motor yang masuk ke hutan. Makna dari iklan itu adalah sudah sepatutnya suara knalpot yang keluar dari motor itu ditekan seminim mungkin, sehingga tidak mengganggu penghuni hutan (baca: binatang liar), yang dalam arti luas tentunya juga tidak mengganggu orang lain.

Produsen knalpot trail kelas dunia semacam FMF atau Pro Circuit itu kini semuanya berlomba-lomba mengeluarkan produk yang suaranya tidak terlalu keras, namun tenaganya meningkat dahsyat. Suara knalpot yang menggelegar itu sudah tidak zamannya lagi, sudah kuno. Di negara maju seperti USA itu ada aturan batas maksimum kekerasan suara yang dikeluarkan oleh knalpot. Di beberapa negara bagian dibatasi maksium 92 db.

Aturan ini yang kemudian mendorong produsen knalpot mau tidak mau harus mengeluarkan produk yang suaranya lebih ramah, tanpa mengurangi performa tenaga yang dihasilkan.
Selain alasan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah di Amrik sana, sehingga produsen knalpot mengeluarkan produk yang lebih ramah lingkungan, juga karena munculnya protes dari sebagian masyarakat yang merasa terganggu dengan pekaknya suara knalpt yang dikeluarkan motor.

Di Indonesia, aturan tentang suara knalpot ini sebetulnya juga sudah diatur dalam UU No 22 tahun 1999 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan juga di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup no 7 tahun 1999 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor. Dalam peraturan itu disebutkan bahwa untuk motor tipe 80cc ke bawah itu maksimum kebisingan 85 db(db) dan untuk motor diatas 80cc adalah 90db. Sanksi bagi pengguna knalpot bising adalah pidana penjara maksimum 1 bulan atau denda maksimum Rp 250 ribu.

Permasalahannya di Indonesia adalah di lapangan itu polisi tidak dilengkapi dengan alat ukur untuk menilai kebisingan knalpot. Akhirnya hanya berdasarkan ‘perasaan’ sang polisi saja. Kalau bukan knalpot standar bawaan pabrik, maka bisa saja ditilang, padahal bisa jadi batas ambang kebisingan knalpot racing itu sama dengan bawaan pabrik/standar. Ini yang rawan terjadi korupsi dan kong kalikong antara polisi dan pengguna motor.

Fenomena yang terjadi di motor trail (Indonesia) itu masih ada yang berpikiran ‘kuno’. Suara knalpot yang menggelagar bagai halilintar dianggap keren dan gaya. Parahnya lagi ada pemikiran bahwa kalau mau meningkatkan tenaga motor itu wajib suara knalpotnya dibedah sehingga terdengar keras. Memang sih suaranya jadi keras, namun tenaganya belum tentu bertambah. Seringkali suara motor terdengar meraung-raung, bahkan dari kejauhan sudah terdengar, namun ternyata ketika motornya muncul, jalannya motor terseok-seok kayak siput hehehe. Khan kalau begitu jadi malu, motor hanya keras di suaranya saja, namun tenaganya loyo.

Pabrikan motor trail ternama misalnya seperti KTM, Honda atau Husbaerg itu untuk motor rail enduro knalpotnya dilengkapi dengan spark arrestor yang berfungsi untuk meredam kebisingan knalpot. Kalau suaranya bising melebihi batas yang ditentukan, motor tersebut tidak boleh dijual ke konsumen. Untuk knapot motor yang digunakan di sirkuit motocross, memang suaranya sedikit lebih keras karena beberapa tidak dilengkapi dengan spark arrestor, namun di beberapa negara bagian motor seperti ini akan dilarang bertanding! Solusinya adalah knalpt harus diganti dengan yang lebih ramah lingkungan, dan ini dijawab oleh FMF dengan mengeluarkan produk power bom yang diklaim bisa mengurangi kebisingan namun tenaganya lebih meningkat.

Memakai motor trail dengan knalpot yang bising sebetulnya bukan hanya mengganggu ‘tetangga’ dan penghuni hutan, namun kurang nyaman juga bagi pengendaranya. Jika offroad yang panjang, dari pagi hingga sore, dengan suara knalpot yang bising itu terasa kurang nyaman di telinga. Teliga terasa pekak, sehingga berulang kali harus menelan air ludah untuk menghilangkan pekak di telinga. Teman yang ada di belakang kita juga kasihan khan, karena ‘ditampar’ berulang kali dengan suara knalpot yang bising.

Saatnya kita bertindak lebih maju dengan meninggalkan knalpot motor trail yang bising. Knalpot bising itu sudah jadul, yang modern adalah suara knalpot rendah namun tenaga motor meningkat dahsyat, ini baru keren!

Honda CRF 2013, Banyak Perubahan yang Semakin Mantap



Setelah bertahun-tahun tidak mengalami perubahan yang signifikan, kini pabrikan Honda meluncurkan motor tipe cross veris 2013 dengan banyak perubahan, terutama CRF 450R. Perubahan besar-besaran ini tidak terlepas dari masukan multi juara supercross Jeremy McGrath.

Untuk CRF 450R kini memakai rangka alloy generasi keenam yang membuat motor lebih ringan, kuat dan stabil. Motor kini juga dilengkapi dengan buangan asap dua knalpot, mirip CRF 250R tahun 2007. Ya knalpot ganda kini muncul lagi di CRF 450R!

Suspensi depan CRF 450R juga berganti total, kini mengusung KYB Pneumatic Spring Fork (PSF) yang diklaim lebih ringan, kuat dan lebih enak handling-nya. Sektor mesin juga alami banyak perubahan untuk mengejar tenaga bawah dan menengah yang lebih dahsyat. Plastik cover penutup body juga berganti, kini terlihat lebih dinamis dan agresif.

Untuk CRF 250R mengalami perbaikan di seklor mesin dan kalibrasi injeksi. Versi 2013 kini lebih responsif di tenaga bawah dan menengah. Setting ini akan sangat berguna ketika berlaga di sirkuit supercross yang pendek-pendek.

Untuk ban, baik versi 250 atau 450 itu memakai Dunlop Geomax MX51FA yang meningkatkan traksi di tanah. Ban ini juga diklaim mempunyai bobot yang lebih ringan. (sumber: Australasian Dirt Bike edisi Agustus 2012)

10 Langkah Menyiapkan Motor Sebelum Offroad




Olahraga offroad dengan motor trail semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan. Setiap akhir pekan ada banyak orang yang menghabiskan waktunya dengan “berusah payah” melewati jalur offroad. Nah, supaya offroad menjadi menyenangkan, tentunya kesiapan motor menjadi syarat mutlak. Motor itu juga manusia, eittt salah, yang benar motor itu juga mesin! Artinya perlu ada pengecekan berkala agar motor kesayangan kita benar-benar ‘ready to offroad’, jangan sampai offroad yang mestinya menyenangkan itu jadi menjengkelkan karena digoda oleh motor yang ngambek.

Sebelum offroad , setidaknya ada 10 langkah yang perlu anda cek tentang kesiapan motor , antara lain:

1. Cek bensin. Pastikan tengki bahan bakar tersisi penuh, ini untuk memastikan anda tidak kehabisan bensin di hutan. Seringkali karena isi bensin masih setengah, kita selalu berpikiran, “ah cukup, toh masih separuh”. Padahal di jalur offroad kita sering lupa waktu, main gas terus, tahu-hahu bensin habis!

2. Cek air radiator. Untuk motor yang memakai pendingin air, pastikan radiator terisi penuh airnya.

3. Cek tekanan angin ban. Tekanan ban yang terlalu keras atau kempes akan membuat tidak nyaman waktu dipakai offroad, juag bisa menyebabkan ban dalam jadi bocor. Cek buku manualnya, berapa tekanan ban yang direkomendasikan oleh pabrikan. Untuk motor enduro luar, biasanya tekanan anginnya adalah 14 – 15 psi.

4. Cek rantai. Pastikan rantai motor tidak terlalu kendor dan juga tidak terlalu kencang. Setelah itu lumasi rantai dengan pelumas khusus untuk rantai, jangan pakai oli mesin yang bekas karena akan membuat kotor dan tidak sedap dipandang mata.

5. Lepaskan tekanan udara di fork. Untuk motor yang sudah memakai fork (suspensi depan) upside down, pastikan tekanan udaranya dikeluarkan dengan cara membukanya dengan obeng. Posisi lubang untuk melepaskan angin itu berada di atas fork. Hal ini untuk membuat kinerja fork menjadi optimal waktu melibas medan offroad.

6. Cek ke mur dan baut. Cek mur dan baut yang ada di rangka, body dan mesin, jangan sampai kendor. Jika ada yang kendor, segera dikencangkan, jangan sampai waktu offroad ada bagian motor anda yang tercecer di hutan gara-gara kendor bautnya.

7. Cek level oli mesin. Pastikan mesin anda terisi dengan oli dengan volume yang direkomendasikan oleh pabrikan. Level oli bisa dilihat di kaca yang biasanya ada di samping kanan mesin. Kalau level berada di bawah garis standar, segera tambah oli dengan spesifikasi yang sama.

8. Cek pengereman dan kopling. Cek rem tangan dan kaki apakah sudah bekerja dengan normal dan posisinya sudah pas dengan anda. Jika posisi handle rem kurang pas, segera sesuaikan dengan tangan anda, karena jika tidak pas bisa membuat tidak nyaman waktu offroad. Untuk motor yang pakai kopling manual, cek kekerasan kopling. Tarik 5 sampai 7 kali tuas kopling. Pastikan jari anda nyaman untuk menarik tuas kopling tersebut.

9. Bersihkan busa filter udara. Busa filter udara sangatlah penting untuk motor yang dipakai untuk offroad, karena ini akan menyaring uadra yang masuk ke kaburator/injector. Pastikan busa fileter udara selalu dalam kondisi bersih dan sudah dilapisi oli khusus untuk busa filter.

10. Hidupkan motor. Langkah terakhir adalah coba hidupkan motor anda. Jika motor bisa hidup dengan mudah, biarkan lansam selama 5 menit. Jika tidak ada masalah tidak ada gejala mesin mbrebet, berarti motor yang siap untuk offroad!

Jika 10 langkah pengecekan itu sudah anda lakukan, kini silahkan anda menikmati akhir pekan anda di medan offroad dengan motor kesayangan! Selamat bersenang-senang!